Nama :
Marsya Enindya S
NPM :14215047
Kelas :
3 EA 30
Mata Kuliah : Etika Bisnis
Pada
saat musim lebaran, saya dan keluarga pulang ke kampung halaman di daerah
Yogyakarta menggunakan mobil pribadi dan pada saat kami dan keluarga melewati
daerah Sokaraja yang memiliki ciri khas oleh – oleh yaitu Getuk Goreng, kami
akhirnya memutuskan untuk berhenti di salah satu tempat yang menjual Getuk
Goreng untuk membeli sebanyak 3 kg dengan setiap box nya berisikan 1 kg Getuk
Goreng. Namun, pada saat Saya menimbang kembali setiap box nya dengan
menggunakan timbangan yang berada dirumah, ternyata timbanganya kurang dari 1
kg. yaudah saya tidak akan kembali lagi ke toko tersebut. Menurut saya ini
tidak baik, apalagi ini sudah menjadi khas oleh-oleh dan sudah menjadi “toko”
yang pastinya sudah banyak mempunyai pelanggan yang tetap, apabila ini terjadi
lagi ini akan membuat pelanggan pergi dan kecewa.
Saya saat itu sedang dalam perjalanan mengunjungi
rumah saudara saya di daerah MGT dan ingin membeli sebuah buah duku, lalu saya
melihat banyak penjual duku yang memakai mobil gerobak. Setelah itu, saya
akhirnya membelinya dan saya bawa kerumah saudara saya. Setelah saya buka
ternyata itu bukan buah duku beneran, tetapi di campur dengaan buah yang mirip
dengan duku. Solusi saya dengan bisnis ini adalah seharusnya penjual tidak
harus menjual duku asli dengan oplosan karena itu sudah termasuk harga yang relative
standar, jadilah penjual yang jujur agar konsumen tidak kecewa dan percaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar